Satu Cerita

Ubuntu & Mint (1): Introduction

Posted in Uncategorized by Ichsan on January 11, 2011

Linux, di mata sebagian besar pengguna komputer masih dianggap sesuatu yang rumit dan tidak menyenangkan. Sebagian besar masih sangat setia terhadap Windows (termasuk saya yang memutuskan menggunakan dua OS–Windows 7 dan Linux Mint, dalam satu komputer, karena masalah kompabilitas dengan software-software yang sering saya pakai). Anggapan ini semakin menguat jika melihat pengguna komputer yang tergolong masih baru atau awal. Apalagi karena mereka sejak awal sudah disodori dengan aggapan-anggapan dan mitos tentang Windows vs Linux tersebut.

Beberapa alasan enggan pindah ke OS dari keluarga Linux yang umumnya dikemukan orang adalah karena takut aplikasi yang mereka butuhkan dan sering mereka pakai di Windows tidak ada di Linux. Padahal sebenarnya, untuk penggunaan sehari-hari, seperti mengetik, browsing, download, mendengarkan musik, menonton film, dan penggunaan umum lainnya, Linux sudah cukup memadai. Beda halnya jika anda seorang gamer hard-core atau memang sering berurusan dengan software-software high-end. Windows mungkin lebih cocok untuk Anda.

Salah satu jenis distro Linux yang tergolong user-friendly dan cocok untuk pemakaian tersebut adalah Ubuntu. Ubuntu saat ini sudah mencapai versi 10.10, atau dikenal juga dengan nama rilis Maverick Meerkat. Ubuntu merupakan distro Linux dengan pemakaian terbesar dibandingkan distro lainnya. Ubuntu cocok untuk pemakaian sehari-hari karena banyak sofware yang tersedia untuk pemakaian sehari-hari secara umum. Selain itu, Ubuntu tergolong ringan dan mempunyai spesikasi kebutuhan hardware yang lebih ringan dibandingkan OS keluaran Microsoft, Windows.

Saat baru selesai menginstall, sama seperti dengan saat menginstall Windows, yang perlu dilakukan adalah menginstall aplikasi-aplikasi dan codec multimedia yang dibutuhkan. Sebagai perbandingan untuk anda yang akrab dengan Windows, berikut ini list aplikasi yang bisa dijadikan alternatif aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan di Windows.

Kelebihan dari Linux adalah kita dapat langsung memilih dan menginstall aplikasi melalui Software Center. Di Software Center ini sudah terdapat list aplikasi-aplikasi yang dikategorikan bedasarkan jenisnya, seperti VLC di bagian multimedia, Google Chromium di bagian internet, dan lain sebagainya. Jika terhubung dengan internet, tinggal pilih aplikasi yang akan diinstall. Sangat mudah. Selain itu, kita bisa menyimpan link source repository dari setiap aplikasi. Jadi jika ada update untuk aplikasi tertentu kita akan langsung tahu melalui Update Manager dan bisa langsung meng-update selama terhubung dengan internet.

Jika masih belum bisa benar-benar lepas dari beberapa aplikasi untuk Windows, kita juga bisa menginstall Wine. Wine ini merupakan emulator untuk software yang diperuntukan untuk Windows. Sehingga kita tetap bisa menggunakan Adobe Photoshop atau bermain DotA di Ubuntu kita. Kabar bagusnya ialah setiap saat Wine, seperti halnya juga aplikasi lainnya, terus dikembangkan sehingga jumlah aplikasi Windows yang bisa dijalankan di Wine semakin banyak dan semakin persis sama seperti saat dijalankan di Windows.

Jika merasa Ubuntu masih sedikit membingungkan, Linux Mint bisa menjadi alternatif. Mint sendiri sebenarnya merupakan modifikasi dari Ubuntu. Kelebihan Mint ini adalah user interface yang lebih menyerupai Windows (jika anda terlalu terbiasa dengan Windows). Kelebihan lainnya adalah jika menginstall Mint kita tidak usah direpotkan dengan menginstall codec yang umum seperti mp3 dan aplikasi-aplikasi umum seperti office dan aplikasi multimedia. Karena saat baru selesai menginstall OS, aplikasi seperti OpenOffice, VLC,  Firefox, dan lainnya sudah ikut terinstall. Jadi tinggal pakai. Jika ingin menginstall aplikasi lainnya, tinggal cari dan pilih dengan Software Center seperti di Ubuntu. Sangat mudah bukan? Yang anda butuhkan hanya koneksi internet.

Kekurangan yang paling terasa dan dirasa menyebalkan selama menggunakan Ubuntu atau Linux Mint hanya satu, yaitu penggunaan baterai notebook yang sedikit lebih cepat habis dibandingkan saat menggunakan Windows. Tapi perbandingannya sendiri tidak terlalu jauh.

Tertarik pindah ke Linux?

Advertisement
Tagged with: , ,

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. gwgw said, on February 4, 2011 at 4:13 pm

    dah dua tahun gwgw makai linux….dari ubuntu ampe sekarang linux mint isadora….
    bagi gwgw linux jauh lebih enak dibuat kerja daripada windows….
    100 % linuxer…

  2. Ichsan said, on February 5, 2011 at 1:16 pm

    Nah, kalau itu tergantung juga kerjanya. Hehe. Kalau drafter yang make aplikasi CAD kan agak susah juga. Pake Wine juga entar malah bermasalah di kompatibilitas.

  3. nopekk said, on February 24, 2011 at 7:37 am

    linuXX mantab !!!!! hehe

  4. somphil said, on March 2, 2011 at 6:29 am

    bagus nih linux mint,.. dulu pernah make,.. katanya sih ringan,.. pas dicoba di kompi rumah yang jadul,.. wkwkwkwk,.. sama aja beratnya ternyata :D
    tp gpp, daripada harus berurusan dengan virus windows waktu itu.
    soalnya supportnya udah enak, langsung bisa nonton film, maenin mp3, dan tentunya urusan print mengeprint gampang

    -salam-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.